Tabligh kemudian Tarbiyah (Bag-1)
Mulailah sang Guru bekerja. Ia memilih tiga buah kedai yang cukup besar dan mampu menampung ribuan orang. MAsing-masing dari tiga kedai itu dia ISI DENGAN CERAMAH DUA KALI SEPEKAN. Awalnya, BENTUK CERAMAH DAN PENGAJARAN AGAMA semacam ini tampak aneh dan asing di mata orang pada umumnya. Namun akhirnya mereka pun dapat menerimanya.
Ia benar-benar menggunakan CARA YANG UNIK DAN BARU DALAM MENUNAIKAN MISI DAKWAH INI. Dengan seksama IA MENGUPAS TEMA-TEMA POKOK YANG BERSIFAT UMUM: MENGINGATKAN MANUSIA KEPADA ALLAH DAN HARI AKHIR SERTA MENYAMPAIKAN TARGHIB (KABAR GEMBIRA) DAN TARHIB (PERINGATAN). IA TIDAK MAU MENCELA, MENGHUJAT, ATAU MENYINDIR SANA-SINI. TIDAK JUGA MENANGGAPI BERBAGAI KEMUNGKARAN DAN DOSA YANG DILAKUKAN OLEH PARA PENGUNJUNG DENGAN MENCELA DAN MENCACI MAKI. Ia berusaha menggunakan CARA DAN GAYA YANG MUDAH, MENARIK, SERTA DAPAT DITERIMA SECARA UMUM, DENGAN DIBUMBUI BERBAGAI ILUSTRASI DAN KISAH-KISAH. IA BERUPAYA AGAR APA YANG DISAMPAIKAN (TABLIGHKAN) BISA BENAR-BENAR BERKESAN.
Demikianlah, ia selalu berupaya untuk dapat menarik hati mereka serta membangkitkan keinginan dan kerinduan mereka pada apa yang ia ceramahkan. Ia tidak mau berpanjang-panjang dalam menyampaikan ceramah karna khawatir dapat menjenuhkan; biasanya hanya sepuluh menit, dan paling lama lima belas menit. Sekalipun waktunya sesingkat itu, ia BERUPAYA KERAS UNTUK DAPAT DIPAHAMI DENGAN JELAS OLEH PARA PENDENGAR. Dalam menyampaikan ayat maupun hadis, ia memilih yang paling pas untuk mereka; ia baca dengan khusyu dan ia jauhi penafsiran-penafsiran dengan berbagai istilah serta komentar-komentar yang hanya bersifat retorika belaka. Cukuplah ia sampaikan MAKNA-MAKNANYA SECARA GLOBAL UNTUK MEMPERJELAS, LALU MENGUTARAKAN BUKTI-BUKTI KONKRET YANG KIRANYA LEBIH MEMPERTEGAS MAKNA.
Cara yang ia tempuh ini dapat memberi pengaruh positif bagi masyarakat. Orang-orang pun mulai memperbincangkannya dan bertanya-tanya. Nasihat melalui CERAMAH ini ternyata dapat menembus jiwa para pendengar, khususnya mereka yang tekun hadir. MEREKA MULAI SADAR DAN BERFIKIR. Selanjutnya, secara bertahap mereka mulai MENANYAKAN tentang apa yang seharusnya mereka lakukan dalam rangka menunaikan hak-hak Allah yang ada pada mereka, dan dalam rangka MENUNAIKAN KEWAJIBAN MEREKA ATAS AGAMA DAN UMATNYA. Selain juga agar mereka dapat selamat dari adzab neraa dan dapat terjamin memperoleh keberuntungan nikmat ibadah. Mulailah ia menjawab pertanyaan mereka dengan jawaban-jawaban yang tidak dogmatis unuk menarik perhatian mereka, MENGGUGAH HATI MEREKA, JUGA UNTUK MENGGANGGU KESEMPATAN YANG TEPAT, SERTA UNTUK MENYIAPKAN JIWA YANG TEGAS.

